Friday, April 4, 2014

5 Pilihan Telkom Lepas Saham Anak Usaha

Jakarta - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) saat ini tengah mengkaji untuk melepas saham anak usahanya, PT Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel).

Director Innovation & Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 5 opsi terkait rencananya itu.

"Telkom sedang lakukan opsi untuk unlock yaitu jual, merger, IPO, backdoor listing, doing nothing. Dari filter ini kita kaji 2 opsi terbaik. Backdoor listing dan IPO," ujar Indra usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan, di Hotel Mulia, Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Dia menjelaskan, keputusan opsi terbaik akan diumumkan pada triwulan tiga tahun ini. Jika opsi sudah dipilih, maka perseroan bakal merealisasikan aksi korporasi tersebut pada tahun 2015 mendatang.

"Mitratel kita fokuskan ke bisnis tower. Emang sebelumnya ada beberapa portofolio. Tapi kita pindahkan ke telkom infra agar Mitratel bisa di-unlock dan kita optimalkan dari sisi operasional dan capital gain. Keputusannya (opsi) kuartal 3. Implementasinya bisa kita dapat awal 2015," tandasnya.


Thanks for reading: 5 Pilihan Telkom Lepas Saham Anak Usaha

Pembangunan MRT di DKI Bakal Minim Debu dan Kotoran

Jakarta - PT MRT Jakarta berjanji meminimalisir debu dan kotoran selama masa kontruksi proyek Mass Rapid Transit (MRT).

Langkah ini dilakukan untuk memberi kenyamanan bagi para pengendara atau masyarakat di area proyek MRT fase I rute Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Konsep proyek yang minim debu dan kotoran ini telah dilakukan pada proyek MRT di negara Singapura dan Malaysia.

"Kami mempelajari studi MRT negara lain, masalah debu yang ada selama ini bukan dari kami. Itu dari proyek di belakang GI (Grand Indonesia). Untuk minimalkan dampak debu, saat truk keluar akan disediakan pond (kolam) cuci. Sehingga seminal mungkin ada dampak kotoran," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami saat penjelasan tahap kontruksi di Kantor Pusat MRT Jakarta, Wisma Nusantara, Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Di lokasi yang sama, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Sambodo menjelaskan konsep kontruksi MRT Jakarta yang bersih bisa menjadi model untuk proyek kontruksi di Jakarta. Selama ini, kepolisian kerap menindak truk proyek yang mengotori area jalan.

"Kita tahan truk karena tanah berbececeran. Truk kita hentikan. Setelah bersih baru boleh pergi lagi. Pembangunan model MRT bisa bersih. Ke depan bisa jadi model proyek di jakarta," sebutnya.

Proyek monorel fase I dari Lebak Bulus-Bundaran HI membentang sepanjang 15,7 kilo meter. Terdapat 13 stasiun yang terdiri dari 6 stasiun bawah tanah dan 7 stasiun layang. Proses kontruksi skala besar untuk pembuatan stasiun dimulai hari ini atau 4 April 2014. Diproyeksi proses kontruksi rampung pada akhir 2017. Moda kereta MRT baru bisa dinikmati warga DKI Jakarta pada Semester I tahun 2018.


Thanks for reading: Pembangunan MRT di DKI Bakal Minim Debu dan Kotoran

Tol Ungaran-Bawen Digratiskan Selama Seminggu

="pic">
Thanks for reading: Tol Ungaran-Bawen Digratiskan Selama Seminggu

Ini Sejumlah Action Figure Paling Diburu

Jakarta - Bagi para penggemarnya, action figure bukan sekedar mainan. Miniatur tokoh film atau komik ini sudah menjadi barang koleksi, yang terkadang rela didapatkan dengan harga mahal.

Situs jual-beli ternama, eBay, merangkum sejumlah action figure yang paling diburu oleh para kolektor. Berikut adalah beberapa di antaranya:








Thanks for reading: Ini Sejumlah Action Figure Paling Diburu

Tol Ungaran-Bawen Resmi Dibuka

Jakarta - Jalan Tol Semarang-Solo Seksi II yaitu Ungaran-Bawen telah diresmikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Jumat (4/4/2014). Menurut Djoko, untuk seksi III, IV, dan V saat ini masih belum memiliki kelayakan yang memadai.


Keterangan Foto :
Jalan Tol Semarang-Solo terbagi dalam lima seksi yaitu seksi I Semarang-Ungaran (11 km), seksi II Ungaran-Bawen (11,95 km), Kemudian seksi III Bawen-Salatiga (17,29 km), Seksi IV Salatiga Boyolali (24,31 km), dan Seksi V Boyolali-Solo (8,41 km).
 

Thanks for reading: Tol Ungaran-Bawen Resmi Dibuka

Hanya 7,5% Potensi Kelautan Indonesia yang Sudah Dimanfaatkan

Jakarta - Potensi kelautan dan perikanan Indonesia mencapai ribuan triliun rupiah, sayangnya jumlah yang besar tersebut belum seluruhnya digali. Padahal potensinya bisa melebihi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per tahun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengungkapkan, besaran potensi hasil laut dan perikanan di Indonesia mencapai Rp 3.000 triliun per tahun, sedangkan yang sudah dimanfaatkan Rp 225 triliun atau sekitar 7,5% saja.

"Itu seluruhnya, Rp 3.000 triliun itu seluruhnya mulai dari di atas laut, dasar. Ini kita bicara potensi di laut maupun pulau-pulau kecil. Secara economic size baru Rp 225 triliun," kata Sharif di acara peluncuran Buku Manikam Biru di Pagar Nusantara, di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Sharif menambahkan pemerintah belum secara optimal memanfaatkan potensi kelautan tersebut. Ia yakin jika potensi kelautan itu bisa dimanfaatkan dengan sangat optimal, Indonesia di tahun 2030 nanti jadi negara dengan perekonomian terbesar ke-7 atau lebih.

"Saya yakin dengan kelautan ini kita bisa kelima atau keempat," katanya.

Potensi itu pun harus didukung dengan keberadaan pelabuhan-pelabuhan kecil di setiap pulau. Dia mengatakan, akan menjaring para investor agar mau membangun pelabuhan.

"Karena kita nggak mungkin bangun bandara di setiap pulau," katanya.


Thanks for reading: Hanya 7,5% Potensi Kelautan Indonesia yang Sudah Dimanfaatkan

Dicari Investor untuk Garap Pulau-pulau Kecil, Berminat?

Jakarta - Indonesia memiliki banyak potensi wisata bahari untuk dikembangkan namun mengalami keterbatasan modal untuk mengembangkannya. Sehingga pemerintah bakal menjaring para investor untuk menanamkan modalnya di pulau-pulau kecil.

Tercatat ada 92 pulau kecil terluar di Indonesia yang terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sebanyak 31 diantaranya berpenduduk, sedangkan 61 pulau lainnya belum berpenduduk namun memiliki potensi ekonomi yang besar.

"Yang tidak berpenghuni sekalipun kalau memiliki potensi ekonomi akan kita kembangkan," kata Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP Sudirman Saad di acara Peluncuran Buku Manikam Biru di Pagar Nusantara, di Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (4/4/2014).

Menurut Sudirman, untuk mengembangkan potensi pulau-pulau terluar tersebut, pemerintah akan menjaring banyak investor. Salah satu contohnya adalah Pulau Nipah di perbatasan Singapura-Indonesia. Di Pulau tersebut, sudah ada investor dari dalam negeri yang mengembangkan infrastruktur penyimpanan minyak.

"Fasilitas tangki minyak untuk memasok kapal-kapal dari Singapura atau Indonesia yang melintas. Dari situ negara bisa mendapatkan pendapatan Rp 3 triliun lebih per tahun," terangnya.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo. Ia mengatakan, tak hanya investor dalam negeri, dari luar negeri pun akan disambut baik oleh pemerintah jika berminat untuk berinvestasi di pulau-pulau kecil dan terluar.

Seperti diketahui, selain pulau-pulau kecil terluar di Indonesia, ada 3 pulau yang digagas untuk menjadi saingan Malaysia, bahkan Maladewa. Pulau tersebut ialah Gugusan Pulau Pari (Jakarta), Anambas (Riau), dan Raja Ampat (Papua).

"Ini sebagai pilot project kita untuk menjual kepada investor itu untuk memanfaatkan, untuk dijadikan tempat pariwisata. Spotnya itu ada di barat, tengah dan timur," jelas Cicip.

Selain menanamkan modalnya, investor itu pun dituntut untuk menjaga kelestarian pulau-pulau tersebut. "Kalau kita diamkan itu cost kita tinggi sekali. Kita belum siap mengelola. Sehingga kalau kita bisa bekerja sama dengan investor ini," tutupnya.


Thanks for reading: Dicari Investor untuk Garap Pulau-pulau Kecil, Berminat?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...