Wednesday, September 18, 2013

Pindah Saja Biar Ekonomi Merata

Jakarta - Sebagai ibu kota, Jakarta memang punya segalanya terutama kue ekonomi nasional. Menurut data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit ke Jakarta per Juli 2013 mencapai Rp 997,06 triliun rupiah atau yang tertinggi di Indonesia.

Jawa Barat, yang menempati peringkat kedua, “hanya” memperoleh penyaluran kredit sebesar Rp 387,38 triliun.

Penyaluran kredit berhubungan dengan aktivitas ekonomi yang memang begitu terpusat di Jakarta. Pada kuartal II-2013, pulau Jawa menyumbang 58,15 persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional yang berjumlah Rp 2.210,1 triliun. Di pulau Jawa sendiri, Jakarta memiliki porsi tertinggi yaitu 16,5 persen.

Tak heran kalau salah satu motif pemindahan ibu kota adalah untuk pemerataan ekonomi. “Jika ibu kota dipindah ke Kalimantan atau daerah lain, maka akan tercipta kegiatan ekonomi dan peluang investasi di sana. Pembangunan tidak lagi terpusat di Jakarta,” kata Juniman, Kepala Ekonom Bank Internasional Indonesia, di Jakarta kemarin.

Lalu kota mana yang potensial untuk menjadi ibu kota baru? Juniman bilang daerah di sekitar Karawang (Jawa Barat) layak dipertimbangkan. Biaya pemindahan ibu kota dari Jakarta ke daerah Karawang bisa dihemat karena lokasinya tidak terlalu jauh.

“Masih ada space yang cukup luas untuk menampung aktivitas pemerintahan. Infrastrukturnya juga sudah siap, belum lagi ada rencana pembangunan bandara di sana,” ucap Juniman.

Jika di luar Jawa, Palangkaraya adalah opsi terbaik. Kota ini, kata Juniman, berada di tengah-tengah wilayah kedaulatan Indonesia sehingga bisa menjadi simbol negara. Tapi ongkos yang diperlukan untuk pemindahan sampai ke luar Pulau Jawa sangat mahal.

“Kemudian jika pusat bisnis masih di Jakarta maka proses perizinan menjadi sulit karena lokasinya berjauhan, ada masalah inefisiensi,” tutur Juniman. “Pulau Jawa yang paling memungkinkan.”

Sri Adiningsih, Guru Besar Ekonomi Universitas Gadjah Mada, berpendapat sebaliknya. Untuk mendukung pemerataan pembangunan, Adiningsih berpendapat sebaiknya ibu kota berada di luar Jawa tetapi bisa menjangkau seluruh wilayah dengan relatif mudah. “Kalau masih di Jawa, ya konsentrasi pembangunan terus di Jawa saja,” ujarnya.

Lokasi baru itu, kata dia, secara geopolitik harus mencerminkan Indonesia. Kemudian harus strategis, aman, tidak ada ancaman bencana alam, serta didukung secara budaya dan politik. “Jakarta masih bisa menjadi pusat bisnis karena sulit untuk memindah begitu banyak perusahaan,” kata Adiningsih.

Thanks for reading: Pindah Saja Biar Ekonomi Merata

RI Pengekspor Karang Hias Terbesar di Dunia

Jakarta - Indonesia ternyata saat ini menjadi pengekspor Koral atau karang hias terbesar di dunia. Umumnya karang hias ini diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Suseno di acara diskusi perikanan non-konsumsi di Gedung Mina Bahari III KKP, Jakarta, Rabu (18/9/2013).

"Terbesar ekspor karang hias di dunia itu Indonesia. Kemudian disusul yang kecil seperti Fiji. Memang sedikit yang tahu," ucap Suseno.

Koral hias umumnya merupakan hasil transplantasi dan alam. Suseno menjelaskan Indonesia mampu memproduksi karang hias ramah lingkungan. Untuk negara tujuan ekspor terbesar berasal dari Amerika Serikat.

"Terumbu karang hitung per pieces. Pasar tertinggi Amerika kemudian Eropa. Meskipun Eropa dikit tapi lebih ke arah value," terangnya.

Di tempat yang sama, Direktur Eksekutif Asosiasi Koral Kerang dan Ikan Hias Indonesia (OKKII) Indra Wijaya menjelaskan, saat ini Indonesia memproduksi 49 jenis coral transplantasi dan alam jumlahnya relatif dibatasi. Ukuran maksimal yang boleh diekspor berkisar 25 cm.

"Yang dijual keindahannya jadi diambil hati-hati. Ukuran maksimum 25 cm. Produk bentuk akuarium," jelasnya.

Diakuinya coral alam lebih mudah dihasilkan daripada koral transplantasi. Diproyeksi produksi koral Indonesia mencapai 1 juta pieces di 2013. "Perkiraaannya 1 juta pieces dengan harga $5 per pieces," sebutnya.


Thanks for reading: RI Pengekspor Karang Hias Terbesar di Dunia

Pemerintah Siapkan Sanksi Bagi Pengguna Mobil Murah yang Pakai BBM Subsidi

Jakarta - Pemerintah sedang merancang sanksi bagi pemilik mobil murah yang menggunakan BBM subsidi.

"Ini memang bukan wilayahnya Kementerian Perindustrian, tapi saat ini di Kemenko (Kementerian Koordinator bidang Perekonomian) sedang dirancang bagaimana mekanisme sanksinya," tegas Menteri perindustrian (Menperin) MS. Hidayat ketika ditemui di Gedung DPR, Rabu (18/9/2013).

Dikatakan Hidayat, memang saat ini tidak ada aturan yang melarang siapapun termasuk pengguna mobil mewah, mobil mahal, mobil tua maupun mobil murah (LCGC) untuk membeli BBM subsidi.

Hidayat menegaskan keberadaan mobil murah ini tidak akan membebani APBN khususnya subsidi BBM, karena nggak pakai BBM subsidi,

"Tetapi mobil murah ini BBM-nya adalah minimum RON 92 atau setara dengan Pertamax," ucapnya.

Sementara itu, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kebijakan untuk memproduksi mobil murah atau low cost green car (LCGC) merupakan strategi dari pemerintah untuk mengamankan pasar dalam negeri. Karena setiap tahunnya, konsumsi mobil impor terus meningkat di Indonesia.

Hatta menilai ini adalah peluang, Sebab, jika tidak diambil maka Thailand akan menjadi penguasa pasar dalam negeri Indonesia dan Asia Tenggara.
Halaman 1 2 �

Thanks for reading: Pemerintah Siapkan Sanksi Bagi Pengguna Mobil Murah yang Pakai BBM Subsidi

Menperin: Mobil Murah Pakai BBM Subsidi, Rusak Tak Dapat Garansi

Jakarta - Sesuai spesifikasi, bahan bakar mesin mobil murah atau Low Cost Green Car (LCGC) harus menggunakan bensin dengan Research Octane Number (RON) 92 atau bensin pertamax. Bila memaksa menggunakan bensin subsidi atau premium, mesin bisa rusak.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, mesin mobil murah memang dirancang untuk menggunakan bensin minimal pertamax.

"Mobil murah ini BBM-nya adalah minimum RON 92 setara dengan pertamax," ucap Hidayat ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (18/9/2013).

Hidayat menegaskan, bila pemilik mobil murah ini nantinya tetap ingin mengisi dengan bahan bakar subsidi, dan dalam 1-2 tahun mobilnya rusak, maka tidak akan mendapatkan garansi dari produsen.

"Bagi pemilik mobil murah ini, kalau dia menggunakan BBM di bawah Ron 92 dan dalam 1-2 tahun mobilnya rusak, maka tidak akan mendapatkan garansi dari produsennya," kata Hidayat.


Thanks for reading: Menperin: Mobil Murah Pakai BBM Subsidi, Rusak Tak Dapat Garansi

Mobil Murah Bakal Bikin Macet Jakarta, Jokowi Harus Tiru Singapura

Jakarta - Gubenur DKI Jakarta Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merasa gelisah dengan adanya kebijakan Pemerintah Pusat mengenai mobil murah atau low cost green car (LCGC). Jokowi dan Ahok diminta segera membuat kebijakan nyata untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di Jakarta.

Direktur Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas mengatakan Electronic Road Pricing (ERP) merupakan salah satu cara untuk mengurangi kemacetan dengan sistem memungut bayaran pada setiap kendaraan yang melintasi kawasan tertentu yang diterapkan ERP.

"Singapura merupakan Negara tetangga terdekat yang sudah menunjukkan bukti mengenai keberhasilan ERP untuk mengurai kemacetan," katanya kepada detikFinance, Rabu (18/9/2013)

Menurutnya banyak pejabat Pemrpov DKI Jakarta, konsultan, pakar, LSM, dan operator ticketing yang sudah studi banding ke Singapura dan Negara-negara lain yang telah melaksanakan ERP.

"Artinya, pengetahuan teknis mengenai implementasi ERP itu sudah cukup dimiliki oleh para stakeholder transportasi di Jakarta. Sayang, sampai sekarang belum ada implementasinya. Oleh karena itu, yang dibutuhkan sekarang adalah memutuskan saja untuk dilaksanakan," tegas Darmaningtyas.

Menurutnya ini lah saat yang tepat bagi Jokowi dan Ahok untuk mengambil keputusan menerapkan ERP di Jakarta. Kajian teknis mengenai bagaimana penerapan sistem ERP itu sudah sangat banyak.

Ia mengatakan landasan hukum soal ERP juga sudah jelas, yaitu Peraturan Pemerintah No. 97 Tahun 2012 tentang Retribusi Pengendalian Lalu Lintas dan Retribusi Perpanjangan Izin Memperkerjakan Tenaga Asing,

"Sehingga apa lagi yang ditunggu oleh Pemprov DKI Jakarta untuk tidak menerapkan ERP?" tanya Darmaningtyas.

Darmaningtyas mengakui Jokowi tidak mungkin menolak ketentuan LCGC yang telah dibuat pemerintah pusat. Sehingga harus segera diantisipasi secara cepat dengan menerapkan ERP.

"Segera putuskan pelaksanaan ERP agar dapat ditindak-lanjuti di tingkat bawah dengan melakukan persiapan-persiapan teknis, termasuk lelang mengadaan alat-alatnya. Apabila keputusan penerapan ERP itu dapat diambil sekarang, maka penganggarannya dapat dialokasikan dalam APBD 2014 nanti, sehingga paling lambat, akhir 2014 sudah terimplementasi," seru Darmaningtyas.

Thanks for reading: Mobil Murah Bakal Bikin Macet Jakarta, Jokowi Harus Tiru Singapura

Pengembang Tak Setuju BI Larang Bank Kucurkan KPR Jika Rumah Belum Jadi

Jakarta - Bank Indonesia (BI) pada akhir September ini akan mengeluarkan kebijakan pelarangan pengucuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pembelian rumah kedua dan ketiga jika rumah tersebut belum terbangun. Pengembang menganggap kebijakan ini kontraproduktif dengan pihak pengembang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso saat berdiskusi dengan wartawan di Kantor DPP REI Simprug, Jakarta, Rabu (18/9/2013).

"Peraturan ini membahayakan, banyak lobangnya. Jika BI melakukan pengetatan maka tujuan BI untuk mengerem laju pertumbuhan properti malah kontraproduktif," kata Setyo.

Dia menjelaskan, kebijakan BI saat ini cenderung tidak tepat waktu. Pasalnya, saat ini sektor properti tumbuh sangat baik, namun dengan adanya pengetatan dari kebijakan BI tersebut, sektor properti akan terhambat.

"Selama ini transaksi di sektor ini didominasi melalui KPR. Kami takut justru itu bisa mematikan usaha para pengembang karena pengembang juga terpukul dengan naiknya harga bahan bangunan," papar Setyo.

Kebijakan BI tersebut berlaku untuk pengucuran KPR untuk rumah kedua dan seterusnya. Setyo menilai, hal tersebut belum jelas. Bank maupun pihak pengembang sendiri tidak memiliki database mengenai kepemilikan rumah pertama dari konsumen, sehingga dirasa kebijakan ini belum tepat.

"Bagaimana menilainya itu rumah kedua ketiga. Emang nggak boleh dari Cileungsi mau pindah ke Menteng. Itu kan contoh. Ini harus dicermati, pemikiran BI bagus, tapi implementasinya di lapangan itu susah. Perbankan juga bingung rumah pertama atau kedua itu bagaimana, nggak ada database-nya," tegas Setyo.


Thanks for reading: Pengembang Tak Setuju BI Larang Bank Kucurkan KPR Jika Rumah Belum Jadi

Warga Korban Letusan Gunung Sinabung Tetap Panen Sayuran

Kabanjahe - Kendati masih berstatus pengungsi, sejumlah warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) tetap melaksanakan panen di ladang mereka. Panen dilakukan untuk antisipasi kerugian lebih besar.

Peppy Sitepu (31) terlihat memanen tanaman kolnya, Rabu (18/9/2013) siang, di Desa Sigarang-garang, Kecamatan Naman Teran. Dengan membawa sejumlah pekerja atau aron, mereka memanen kol yang sudah sudah berselimut abu vulkanik yang bersumber dari letusan Gunung Sinabung.

“Ini tidak rusak kolnya. Hanya saja lapisannya harus dibuka lebih banyak dibanding biasa. Bagian dalamnya bersih,” kata Sitepu usai memanen kolnya.

Selain yang di Sigarang-garang, Sitepu juga memanen sayurannya jenis yang lain yang ada di desa yang lain lagi. Panen harus dilakukan karena sudah masanya, walau kondisinya mulai rusak. Ada juga yang dipanen karena menghindari kerusakan yang lebih parah.

“Kalau untung, sepertinya tidaklah. Merugi yang mungkin, ini pun kalau bisa balik modal sudah bagus,” kata Sitepu.

Selain Sitepu, ada banyak petani lainnya yang melaksanakan panen dipercepat. Para petani yang umumnya berstatus sebagai pengungsi, akan meninggalkan pengungsian pada siang hari untuk kembali ke rumah, memantau ladangnya. Mereka memanen apa yang bisa dipanen.

Kepala Dinas Pertanian Agustoni Tarigan menyatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan berapa banyak areal pertanian yang rusak. Mereka masih belum memegang data pasti.

“Saat ini proses pendataan masih berlangsung,” kata Tarigan kepada wartawan.


Thanks for reading: Warga Korban Letusan Gunung Sinabung Tetap Panen Sayuran
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...